TNI AU Kembangkan Sistem Pertahanan Super Kuat

Pesawat F-16 TNI AU (RAAF)

TNI AU direncanakan segera memperkuat sistem pertahanan di sejumlah wilayah Indonesia.“Rencana Strategi kami akan memperkuat di Natuna, kemudian di Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, kemudian di Kupang. Untuk itu kami juga akan membangun Pangkalan yang ada di Selaru sesuai dengan kebijakan-kebijakan Panglima TNI,” kata beliau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto selaku Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) dalam Rencana Strategis (Renstra) kedua,  selesai membuka kegiatan Bakti Sosial dan Karya Bakti TNI Angkatan Udara pada beberapa waktu yang lalu di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Tidak luput dalam pembahasan Renstra Kedua ini TNI AU juga akan memperkuat sistem pertahanan di antaranya pengadaan Pesawat Tempur pengganti pesawat F5.Selain itu, lanjut KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, penambahan pesawat Hercules tipe J, penambahan pesawat-pesawat latih termasuk pesawat Helikopter, dan penambahan 12 Radar.

Penambahan Radar itu sangat penting sebab mampu mengawal dan mengamati seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.“Dan yang sangat penting lagi, rencana pesawat ‘drone’ tanpa awak di Natuna dan Tarakan dengan kemampuan MALE (pesawat tanpa awak buatan PT Dirgantara Indonesia), terbang 24 jam sampai 36 jam dengan jarak jangkau kurang lebih 2.000 kilometer. Itulah yang akan kami tempatkan dalam Renstra kedua ini di Tarakan dan Natuna,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Kemudian dalam Renstra ketiga, KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan TNI AU akan menempatkan pesawat tanpa awak di Morotai dan Selaru.Dengan demikian TNI AU dapat melihat pengamanan di hampir seluruh wilayah Indonesia mulai dari samudra hingga daratan dengan menggunakan pesawat tanpa awak.Terkait dengan hal itu, KSAU mengatakan pihaknya sudah membangun jaringan komunikasi data (Network Centric Corporation) di TNI AU dan akan dikembangkan di Markas Besar TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, berharap pada Renstra ketiga, seluruh pasukan TNI Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat yang ada di perbatasan sudah satu Komando dalam jaringan komunikasi data atau Network Centric Corporation.         “Tidak menutup kemungkinan pada tingkatan yang lebih tinggi sehingga seluruh informasi di negeri kita ini bisa terpantau dari ‘drone’ dan bisa disebarkan ke seluruh satuan-satuan yang ada di bawah dan tidak bisa dimanipulasi,sebab semua menggunakan sistem digital yang bisa dibaca, di mana ada ancaman, entah itu ancaman laut, ancaman darat, ancaman udara, itulah yang sekarang sedang kita bangun,” ujar KSAU. Dilansir Antara23-7-2017.

Leave a Reply